Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Luhut Binsar Panjaitan, M.P.A. dan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, Grace Natalie, menghadiri dan memberi wejangan kepada 2.710 mahasiswa baru Universitas Pelita Harapan (UPH) Kampus Lippo Village, pada 14 Agustus 2019, dalam acara Distinguished Guest Speaker (DGS) UPH Festival 2019. Dalam sesinya, Jenderal Luhut dan Grace berpesan bagi generasi muda agar peduli dengan perkembangan yang terjadi di sekitar dan terlibat dalam memajukan negara Indonesia.

“15 atau 20 tahun ke depan, kalian akan memaminkan peranan yang penting di negara ini. Karena kalian adalah bagian dari pembangunan negara ini,” tegas Jenderal Luhut, kepada ribuan mahasiswa di lapangan basket kampus UPH Karawaci, Tangerang.

Dalam pidatonya yang bertajuk “Nasionalisme Menuju Indonesia Unggul”, Jenderal Luhut menekankan pentingnya memanfaatkan sumber daya yang kita miliki, dan tidak bergantung pada impor dari negara lain. Hal ini memerlukan transformasi mindset, dan ini bisa diwujudkan oleh generasi muda.

“Di kantor saya, ada 17 anak muda yang bekerja dengan saya,” katanya sumringah.

“Sekarang, kita tidak bisa menghadapi ekonomi dengan cara konvensional. Karena anak-anak muda yang bekerja dengan saya inilah kita dapat berubah mengikuti zaman. Kita berhasil menghemat biaya pembangunan Light Rapid Transit (LRT) sebanyak 13 triliun. Ini yang terjadi ketika mindset generasi muda berkontribusi pada pemerintahan negara,” tambahnya.

Pesan yang senada disampaikan Grace Natalie. Ketua Umum Partai Politik termuda di Indonesia ini memberi sejumlah alasan mengapa anak-anak muda harus berani berkecimpung di public sector.

“Semua kebijakan yang diambil pemerintah adalah hasil diskusi DPR. Kebijakan-kebijakan yang kalian setujui maupun tidak, semua adalah keputusan DPR. Sekarang, jika kalian generasi muda tidak mau terjun dan melakukan sesuatu di pemerintahan, apa yang akan terjadi dengan negara kita?” katanya, menantang mahasiswa baru yang hadir dan mendengarkan dengan saksama.

“Jangan hanya berpikir, ‘ah itu urusan pemerintah’. Kalian harus juga mengikuti perkembangan isu-isu sosial. Sejahterakanlah Indonesia dan berdoalah untuk Indonesia, karena kesejahteraan Indonesia adalah kesejahteraanmu. Berdampaklah bagi Indonesia, karena yang akan merasakan dampak tersebut adalah kalian juga,” ajak Grace kepada para mahasiswa.

Grace Natalie juga mengapresiasi UPH yang menunjukkan kepedulian terhadap mindset nasionalisme mahasiswa.

“Tidak banyak kampus yang saat masa orientasi sudah punya kepedulian untuk memberikan frame yang benar, yang mendukung mereka untuk give back. Ini fondasi yang bagus sekali, dan tidak banyak universitas yang melaksanakan kegiatan seperti ini. Saya salut dengan UPH. Semoga dari sini, akan lahir banyak mahasiswa yang kreatif dan inovatif, dengan kesadaran bahwa semua yang mereka lakukan adalah untuk Indonesia,” tutupnya.

Ceramah ini menjadi awal UPH Festival 2019 untuk menyambut 4.145 mahasiswa UPH yang ada di 4 kampus UPH :  Lippo Village, Plaza Semanggi-Jakarta, Surabaya, dan Medan. Mahasiswa-mahasiswa baru ini tersebar dalam 13 fakultas dan 68 program studi. Mereka datang dari 34 provinsi di Indonesia, dan terdapat 195 mahasiswa internasional dari 30 negara, antara lain Australia, Belanda, Italia, Jerman, Cina, Filipina, Thailand, dan masih banyak negara lainnya.

UPH menawarkan pendidikan holistis transformatif untuk mempersiapkan lulusan yang tidak saja kompeten dalam keilmuan tetapi juga memiliki karakter yang baik, berlandaskan visi dan misi pengetahuan sejati, iman kepada Kristus dan karakter mulia. Hal tersebut ditanamkan kepada seluruh mahasiswa baru UPH sejak pertama memasuki dunia kampus.


Informasi lebih lanjut

Rosse Hutapea
Head of Media Relations
Kontak 0818731710/ rosse.hutapea@uph.edu